Permendiknas no 41 tahun 2007 pdf

 

    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Guru Dalam Implementasi Permendiknas Nomor 41 Tahun di Lingkungan UPT pdf affect the performance of teachers in the implementation of Permendiknas No. Badan Standar Nasional Pendidikan in Permendiknas No Tahun ( Standar hortatory text are:focus on generic human and non human participants , using .. tioplacsubhesu.ga://tioplacsubhesu.ga el_ It stated in the Law of the Republic of Indonesia number 20 in , "National education functions . Permendiknas Number 41 Year

    Author:DESIRAE MAHAJAN
    Language:English, Spanish, Indonesian
    Country:Romania
    Genre:Academic & Education
    Pages:488
    Published (Last):25.07.2016
    ISBN:557-7-73806-334-1
    Distribution:Free* [*Registration Required]
    Uploaded by: MARSHALL

    49930 downloads 114975 Views 12.46MB PDF Size Report


    Permendiknas No 41 Tahun 2007 Pdf

    EAP/Teachers/Indonesia/Permen_41_Thpdf Retrieved from https://www. tioplacsubhesu.ga plan should be based on PERMENDIKNAS RI no 41 tahun tentang standar proses (The Regulation of the Minister of National Education Republic of. five based on Permendiknas No th ). Following is the result of observation. . Permendiknas No. 41 Tahun the teacher must implement the inquiry-.

    Arah Pengembangan Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan Standar Proses dan Standar Penilaian. Latar Belakang Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia. Agama menjadi pemandu dalam upaya untuk mewujudkan suatu kehidupan yang bermakna, damai dan bermartabat. Menyadari peran agama amat penting bagi kehidupan umat manusia maka internalisasi agama dalam kehidupan setiap pribadi menjadi sebuah keniscayaan, yang ditempuh melalui pendidikan baik pendidikan di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat. Pendidikan Agama dimaksudkan untuk peningkatan potensi spritual dan membentuk peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, dan moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama. Peningkatan potensi spritual mencakup pengenalan, pemahaman, dan penanaman nilai-nilai keagamaan, serta pengamalan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan individual ataupun kolektif kemasyarakatan. Peningkatan potensi spritual tersebut pada akhirnya bertujuan pada optimalisasi berbagai potensi yang dimiliki manusia yang aktualisasinya mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan. Penerapan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar di bidang Pendidikan Agama Kristen PAK , sangat tepat dalam rangka mewujudkan model PAK yang bertujuan mencapai transformasi nilai-nilai kristiani dalam kehidupan peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar memberikan ruang yang sama kepada setiap peserta didik dengan keunikan yang berbeda untuk mengembangkan pemahaman iman kristiani sesuai dengan pemahaman, tingkat kemampuan serta daya kreativitas masing-masing. Peserta didik belajar memahami, mengenal dan bergaul dengan Tuhan Allah secara akrab karena seungguhnya Tuhan Allah itu ada dan selalu ada dan berkarya dalam hidup mereka. Dia adalah Sahabat dalam Kehidupan Anak-anak. Hakikat Pendidikan Agama Kristen PAK seperti yang tercantum dalam hasil Lokakarya Strategi PAK di Indonesia tahun adalah: Usaha yang dilakukan secara terencana dan kontinu dalam rangka mengembangkan kemampuan peserta didik agar dengan pertolongan Roh Kudus dapat memahami dan menghayati kasih Tuhan Allah di dalam Yesus Kristus yang dinyatakan dalam kehidupan sehari-hari, terhadap sesama dan lingkungan hidupnya. Dengan demikian, setiap orang yang terlibat dalam proses pembelajaran PAK memiliki keterpanggilan untuk mewujudkan tanda-tanda Kerajaan Allah dalam kehidupan pribadi maupun sebagai bagian dari komunitas.

    Untuk menguasai dan mencipta teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini. Mata pelajaran Matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama.

    Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif. Standar kompetensi dan kompetensi dasar matematika dalam dokumen ini disusun sebagai landasan pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan tersebut di atas. Selain itu dimaksudkan pula untuk mengembangkan kemampuan menggunakan matematika dalam pemecahan masalah dan mengkomunikasikan ide atau gagasan dengan menggunakan simbol, tabel, diagram, dan media lain.

    Pendekatan pemecahan masalah merupakan fokus dalam pembelajaran matematika yang mencakup masalah tertutup dengan solusi tunggal, masalah terbuka dengan solusi tidak tunggal, dan masalah dengan berbagai cara penyelesaian. Untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah perlu dikembangkan keterampilan memahami masalah, membuat model matematika, menyelesaikan masalah, dan menafsirkan solusinya.

    Dalam setiap kesempatan, pembelajaran matematika hendaknya dimulai dengan pengenalan masalah yang sesuai dengan situasi contextual problem. Dengan mengajukan masalah kontekstual, peserta didik secara bertahap dibimbing untuk menguasai konsep matematika. Untuk meningkatkan keefektifan pembelajaran, sekolah diharapkan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi seperti komputer, alat peraga, atau media lainnya. Tujuan Mata pelajaran matematika bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.

    Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah 2.

    Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika 3. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh 4.

    Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah 5.

    Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.

    Bilangan 2. Geometri dan pengukuran 3. Pengolahan data. Bilangan 1. Melakukan penjumlahan 1. Geometri dan Pengukuran 2. Menggunakan 2. Mengenal beberapa 3. Bilangan 4. Melakukan penjumlahan 4. Geometri dan Pengukuran 5. Menggunakan 5. Mengenal bangun datar 6. Bilangan 3.

    Melakukan perkalian 3. Geometri dan Pengukuran 4. Mengenal unsur-unsur 4. Melakukan operasi 1. Menggunakan pengu- 2. Memahami pecahan 3. Memahami unsur dan 4. Menghitung keliling, 5. Memahami dan menggu- 1. Memahami dan menggu- 2. Geometri dan Pengukuran 3. Menggunakan 3. Menggunakan konsep 4. Bilangan 5. Menjumlahkan dan 5. Menggunakan pecahan 6. Menggunakan lambang 7.

    Geometri dan Pengukuran 8. Memahami sifat bangun 8. Menghitung luas bangun 3. Menghitung volume 4. Menggunakan pecahan 5. Geometri dan Pengukuran 6. Memahami sifat-sifat 6. Menghitung luas segi 3. Pengolahan Data 4. Mengumpulkan dan 4. Melakukan operasi 5. Menggunakan sistem 6. Pengolahan Data 7. Menyelesaikan masalah 7. Latar Belakang Ilmu Pengetahuan Alam IPA berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan.

    Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah.

    Pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. IPA diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan manusia melalui pemecahan masalah-masalah yang dapat diidentifikasikan. Penerapan IPA perlu dilakukan secara bijaksana agar tidak berdampak buruk terhadap lingkungan. Pembelajaran IPA sebaiknya dilaksanakan secara inkuiri ilmiah scientific inquiry untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah serta mengkomunikasikannya sebagai aspek penting kecakapan hidup.

    Pencapaian SK dan KD didasarkan pada pemberdayaan peserta didik untuk membangun kemampuan, bekerja ilmiah, dan pengetahuan sendiri yang difasilitasi oleh guru. Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan dan keteraturan alam ciptaan-Nya 2. Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari 3.

    Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positip dan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi dan masyarakat. Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah dan membuat keputusan 5. Meningkatkan kesadaran untuk berperanserta dalam memelihara, menjaga dan melestarikan lingkungan alam 6.

    Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan 7. Makhluk hidup dan proses kehidupan, yaitu manusia, hewan, tumbuhan dan interaksinya dengan lingkungan, serta kesehatan 2. Energi dan perubahannya meliputi: Bumi dan alam semesta meliputi: Mengenal anggota 1. Mengenal cara 2.

    Benda dan Sifatnya 3. Mengenal berbagai 3. Energi dan Perubahannya 4. Mengenal berbagai 4. Bumi dan Alam Semesta 5. Mengenal berbagai 5. Makhluk Hidup dan Proses Kehidupan 1. Mengenal bagian- 1.

    Contoh RPP Permendiknas No 41 Tahun 2007

    Benda dan Sifatnya 2. Mengenal berbagai 2. Energi dan Perubahannya 3. Bumi dan Alam Semesta 4. Memahami peristiwa 4.

    You might also like: MS OUTLOOK 2007 TUTORIAL PDF

    Memahami ciri-ciri 1. Memahami kondisi 2. Memahami sifat-sifat, 3. Memahami berbagai 4.

    Permendiknas 16 Tahun 2007 Standar Kompetensi Guru

    Menerapkan konsep 5. Bumi dan Alam Semesta 6. Memahami 6. Memahami hubungan 1. Memahami hubungan 2. Menggolongkan 3. Memahami daur hidup 4.

    Memahami hubungan 5. Benda dan Sifatnya 6. Memahami beragam 6. Energi dan Perubahannya 7. Memahami gaya dapat 7. Memahami berbagai 8. Bumi dan Alam Semesta 9. Memahami perubahan 9. Memahami perubahan Memahami hubungan Mengidentifikasi 1. Memahami cara 2. Mengidentifikasi cara 3. Benda dan Sifatnya 4.

    Memahami hubungan 4. Energi dan Perubahannya 5. Menerapkan sifat- 6. Bumi dan Alam Semesta 7. Memahami 7. Memahami pengaruh 3. Memahami pentingnya 4. Benda dan Sifatnya 5. Memahami saling 5. Memahami faktor 6. Mempraktikkan pola 7. Memahami pentingnya 8.

    Memahami matahari 9. IPS mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Melalui mata pelajaran IPS, peserta didik diarahkan untuk dapat menjadi warga negara Indonesia yang demokratis, dan bertanggung jawab, serta warga dunia yang cinta damai.

    Di masa yang akan datang peserta didik akan menghadapi tantangan berat karena kehidupan masyarakat global selalu mengalami perubahan setiap saat.

    Oleh karena itu mata pelajaran IPS dirancang untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan analisis terhadap kondisi sosial masyarakat dalam memasuki kehidupan bermasyarakat yang dinamis. Mata pelajaran IPS disusun secara sistematis, komprehensif, dan terpadu dalam proses pembelajaran menuju kedewasaan dan keberhasilan dalam kehidupan di masyarakat.

    Dengan pendekatan tersebut diharapkan peserta didik akan memperoleh pemahaman yang lebih luas dan mendalam pada bidang ilmu yang berkaitan. Tujuan Mata pelajaran IPS bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut. Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya 2. Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial 3.

    Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan 4. Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, dan global. Manusia, Tempat, dan Lingkungan 2. Waktu, Keberlanjutan, dan Perubahan 3. Sistem Sosial dan Budaya 4. Perilaku Ekonomi dan Kesejahteraan. Memahami identitas diri 1.

    Mendeskripsikan 2. Memahami peristiwa 1. Memahami lingkungan 1. Memahami jenis 2. Mengenal sumber daya 2. Menghargai berbagai 1. Menghargai peranan 2. Memahami 1. Memahami gejala alam 2. Memahami peranan 3. Latar Belakang Muatan seni budaya dan keterampilan sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun tentang Standar Nasional Pendidikan tidak hanya terdapat dalam satu mata pelajaran karena budaya itu sendiri meliputi segala aspek kehidupan.

    Dalam mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan, aspek budaya tidak dibahas secara tersendiri tetapi terintegrasi dengan seni. Karena itu, mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan pada dasarnya merupakan pendidikan seni yang berbasis budaya.

    Pendidikan Seni Budaya dan Keterampilan memiliki sifat multilingual, multidimensional, dan multikultural. Multilingual bermakna pengembangan kemampuan mengekspresikan diri secara kreatif dengan berbagai cara dan media seperti bahasa rupa, bunyi, gerak, peran dan berbagai perpaduannya.

    Multidimensional bermakna pengembangan beragam kompetensi meliputi konsepsi pengetahuan, pemahaman, analisis, evaluasi , apresiasi, dan kreasi dengan cara memadukan secara harmonis unsur estetika, logika, kinestetika, dan etika.

    Sifat multikultural mengandung makna pendidikan seni menumbuhkembangkan kesadaran dan kemampuan apresiasi terhadap beragam budaya Nusantara dan Mancanegara. Hal ini merupakan wujud pembentukan sikap demokratis yang memungkinkan seseorang hidup secara beradab serta toleran dalam masyarakat dan budaya yang majemuk. Pendidikan Seni Budaya dan Keterampilan memiliki peranan dalam pembentukan pribadi peserta didik yang harmonis dengan memperhatikan kebutuhan perkembangan anak dalam mencapai multikecerdasan yang terdiri atas kecerdasan intrapersonal, interpersonal, visual spasial, musikal, linguistik, logik matematik, naturalis serta kecerdasan adversitas, kecerdasan kreativitas, kecerdasan spiritual dan moral, dan kecerdasan emosional.

    Bidang seni rupa, musik, tari, dan keterampilan memiliki kekhasan tersendiri sesuai dengan kaidah keilmuan masing-masing.

    Dalam pendidikan seni dan keterampilan, aktivitas berkesenian harus menampung kekhasan tersebut yang tertuang dalam pemberian pengalaman mengembangkan konsepsi, apresiasi, dan kreasi.

    Semua ini diperoleh melalui upaya eksplorasi elemen, prinsip, proses, dan teknik berkarya dalam konteks budaya masyarakat yang beragam. Tujuan Mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut. Memahami konsep dan pentingnya seni budaya dan keterampilan 2.

    Menampilkan sikap apresiasi terhadap seni budaya dan keterampilan 3. Menampilkan kreativitas melalui seni budaya dan keterampilan 4. Menampilkan peran serta dalam seni budaya dan keterampilan dalam tingkat lokal, regional, maupun global. Seni rupa, mencakup pengetahuan, keterampilan, dan nilai dalam menghasilkan karya seni berupa lukisan, patung, ukiran, cetak-mencetak, dan sebagainya 2. Seni musik, mencakup kemampuan untuk menguasai olah vokal, memainkan alat musik, apresiasi karya musik 3.

    Seni tari, mencakup keterampilan gerak berdasarkan olah tubuh dengan dan tanpa rangsangan bunyi, apresiasi terhadap gerak tari 4. Seni drama, mencakup keterampilan pementasan dengan memadukan seni musik, seni tari dan peran 5. Keterampilan, mencakup segala aspek kecakapan hidup life skills yang meliputi keterampilan personal, keterampilan sosial, keterampilan vokasional dan keterampilan akademik.

    Di antara keempat bidang seni yang ditawarkan, minimal diajarkan satu bidang seni sesuai dengan kemampuan sumberdaya manusia serta fasilitas yang tersedia. Pada sekolah yang mampu menyelenggarakan pembelajaran lebih dari satu bidang seni, peserta didik diberi kesempatan untuk memilih bidang seni yang akan diikutinya. Seni Rupa 1. Mengapresiasi karya seni rupa 1. Mengekspresikan diri melalui 2.

    Seni Musik 3. Mengapresiasi karya seni musik 3. Mengekspresikan diri melalui 4. Mengapresiasi karya seni tari 5.

    Mengekspresikan diri melalui 6. Keterangan Unsur rupa: Meliputi titik, garis, bidang, warna, dan bentuk volume, ruang. Bermakna ukuran. Dua dimensi mengacu pada benda yang memiliki dua ukuran yakni panjang dan lebar. Tiga Dimensi mengacu pada benda yang selain memiliki ukuran panjang dan lebar, juga memiliki ketebalan isi, volume,ruang.

    Gambar ekspresi: Tema disesuaikan dengan situasi atau kondisi yang aktual. Elemen musik: Terdiri atas empat unsur yakni: Semua hal yang berhubungan dengan perbandingan volume nada keras lembut. Sumber bunyi yang dihasilkan tubuh manusia: Alat musik: Alat musik dapat dibedakan atas: Posisi tinggi rendah dalam melakukan gerakan tari. Rangsangan bunyi: Bunyi an yang dimaksudkan untuk menggugah perasaan peserta didik untuk menggerakkan tubuh Penonton: Seni Rupa 7. Mengapresiasi karya seni rupa 7.

    Mengekspresikan diri melalui 8. Seni Musik 9. Mengapresiasi karya seni musik 9. Mengekspresikan diri melalui Mengapresiasi karya seni tari Teknik menempel: Teknik menciptakan karya seni rupa dengan cara menempelkan berbagai bahan pada bidang datar. Termasuk teknik ini adalah mosaik dan aplikasi.

    Sumber bunyi yang dihasilkan alam: Keterampilan 7. Menerapkan teknologi sederhana 7. Teknik cetak: Dalam bahasa Inggeris, teknik cetak disebut printmaking. Pada teknik cetak tunggal monoprint , hasil cetakan hanya satu karena klisenya berubah sesudah digunakan. Sumber bunyi yang dihasilkan oleh benda bukan alat khusus musik: Eksplorasi gerak: Seni Rupa 8.

    Mengapresiasi karya seni rupa 8. Mengekspresikan diri melalui 9. Seni Musik Mengenal unsur musik Seni Tari 12 Mengapresiasi karya seni tari Keterampilan Menerapkan teknologi sederhana Sumber bunyi yang dihasilkan alat musik konvensional: Membuat benda yang dapat 7. Keterangan Simbol: Misalnya merah adalah simbol keberanian. Motif katak adalah simbol pemanggil hujan. Gambar dekoratif: Gambar yang dimaksudkan sebagai hiasan.

    Biasanya menggunakan motif tumbuhan, hewan, manusia yang bentuknya diubah tetapi masih dikenal ciri khasnya. Gambar Imajinatif: Gambar yang bersifat hayalan.

    Gambar imajinatif mengenai diri sendiri misalnya menggambarkan diri memiliki sayap sehingga dapat terbang di angkasa.

    Simbol Nada: Tanda atau lambang yang telah disepakati misalnya penggunaan notasi balok atau angka dalam menyuarakan suatu bunyi nada 1 dibaca sebagai nada do. Makna yang dikandung pada tarian yang ditunjukkan oleh kostum, properti, tata rias atau gerakan. Mengapresiasi karya seni musik Keterampilan 14 Membuat benda yang dapat Makna yang dikandung pada tarian yang ditunjukkan oleh kostum busana , properti peralatan , tata rias atau gerakan.

    Mengapresiasi karya seni rupa. Seni Tari 5. Mengapresiasi karya kerajinan 7. Membuat karya kerajinan dan 8. Keterangan Gambar Ilustrasi: Gambar yang menceriterakan tentang suatu benda, hal, atau peristiwa. Keindahan karya seni rupa yang tercermin pada berbagai faktor antara lain keserasian warna, proporsi bentuk, dan kerapian. Alat musik ritmis: Alat musik yang tidak memiliki nada, misalnya ringbel, tamburin, gendang. Alat musik ritmis juga merupakan penggolongan alat musik berdasarkan fungsinya.

    Tari Nusantara: Tari Nusantara adalah tari yang hidup dan berkembang di seluruh wilayah Nusantara. Tari Nusantara identik dengan tari tradisional. Seni Rupa 9. Mengapresiasi karya seni rupa 9. Mengapresiasi karya seni Seni Tari 13 Mengapresiasi karya seni tari Mengapresiasi karya kerajinan Membuat karya kerajinan dan Lukisan timbul yang diciptakan dengan cara memahat atau membentuk, menempel, memijit, dsb.

    Pola motif hias: Motif geometris, tumbuhan, hewan, atau manusia yang dijadikan sebagai pola hiasan. Bahan plastis: Adanya saling pemahaman dalam komunikasi konvergen termasuk ke dalam komunikasi Information B. Convergence C. Mutual Understanding D. Network Relationship Proses komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dimana penerima pesan danpengirim pesan mempunyai latar belakang berbeda, baik dari latar belakang sosial budaya,agama, pendidikan, karakteristik lain disebut Heterofil B.

    Homofil C. Holomofil D. Homogen Tahap pengetahuan kowledge B.

    Lampiran Permendiknas Nomor 22 Tahun Tentang Standar Isi (Lampiran SD-MI)

    Tahap bujukan persuasion C. Tahap pengembalian keputusan decision making D. Tahap implementasi implementation Mencari penguatan terhadap keputusan inovasi yang dilakukan termasuk Bujukan persuasion B. Konfirmasi confirmation C. Implementasi implementation D. Pengembalian keputusan decision making Kegiatan pemeliharaan terbatasb. Fasilitas fisik C. Ukuran kewilayahan D. Penggunaan waktu Mengaitkan berbagai struktur dan hubungan antar manusia dalam organisasi untuk inovasipendidikan termasuk ke dalam Tujuan yang ingin dicapai B.

    Prosedur yang digunakan C. Kondisi normatif D. Struktur sosial Berikut ini merupakan komponen penilaian portofolio, kecuali Penilaian yang mengacu pada rata-rata kelompok disebut PAK B.

    PAN 7 C. PAG D. PAP Keuntungan menggunakan PAN adalah Penilaian acuan patokan menetukan keberhasilan siswa berdasarkan Kelemahan dari penilaian acuan kriteria adalah Batas lulus purposif mengacu pada penilaian Skor maksimum suatu tes adalah Skor rata-rata yang diperoleh siswa adalah 77dengan standar baku 9.

    Batas lulus idealnya adalah Pengawasan proses pembelajaran Berarti sebelum guru melaksanakan proses pembelajaran guru harus membuat perencanaan proses pembelajaran RPP karena pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP. Rencana pelaksanaan pembelajaran pembelajaran RPP menurut permendiknas no 41 tahun tentang standar proses terdapat 11 komponen yaitu : 1.

    Alokasi Waktu Penilaian Hasil belajar Standar Kompetensi 1. PKN 2. Bahasa Indonesia 3. IPS B. Kompetensi dasar 1. IPS C. Indikator pencapaian Kompetensi 1. Tujuan Pembelajaran 1. PKN i.

    Similar files:


    Copyright © 2019 tioplacsubhesu.ga.